Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Karawang

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang masuk kluster program perlindungan dan bantuan sosial yang ditujukan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin.Apabila dibanding dengan program lain PKH penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data BPS (PPLS) kemudian diverifikasi oleh pendamping PKH baru ditetapkan sebagai calon peserta PKH.

Pada tahap awal pelaksanaan program ada anggapan bahwa program ini kelanjutan dari program Bantuan Langsung Tunai yang memberikan bantuan tunai tanpa syarat. Berbeda dengan BLT, program ini mewajibkan RTSM harus memeriksakan ibu hamil dan balita ke layanan kesehatan seperti Posyandu dan Puskesmas dan menyekolahkan anaknya di sekolah SD dan SMP.

Jika tidak mematuhi aturan tersebut maka besaran bantuan tersebut akan di potong sebesar Rp. 50.000,-. Dengan adanya sanksi terhadap ketidakpatuhan RTSM terhadap persyaratan tersebut membuat ibu-ibu yang menerima bantuan tersebut menjadi rajin untuk memeriksakan anaknya ke Posyandu dan menasehati anaknya untuk berangkat ke sekolah.

Memang tidak ada ketentuan untuk penggunaan bantuan tersebut yang penting RTSM memenuhi persyaratan dan menurut ibu rasih (salah satu penerima PKH) uang tersebut digunakan untuk kebutuhan anak sekolah untuk beli baju, buku, tas, sepatu dan lain-lain. Memang untuk sekolah SD dan SMP tidak memungut biaya (gratis) namun kebutuhan sekolah seperti uang saku, beli buku tulis, dan baju harus disediakan oleh orang tua.

Kabupaten Karawang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang melaksanakan PKH sejak tahap uji coba dan sampai dengan Triwulan I tahun 2011 telah tercatat sebanyak 22.384 RTSM penerima program PKH yang tersebar di 16 Kecamatan diantaranya Kecamatan Cikampek,Telagasari, Majalaya, Rawamerta, Kutawaluya, Klari, Pangkalan, Cilamaya,TegalWaru, Ciampel, Teluk Jambe Timur, Purwasari, Jayakerta, Rengasdengklok, Karawang Timur dan Karawang Barat.

Berdasarkan hasil spotchek yang dilakukan oleh tim PKH pusat tahun 2009 ditemukan bahwa kabupaten Karawang merupakan kabupaten dengan pemenuhan komitmen terendah pada layanan pendidikan. Namun menurut (Mujib, koordinator PKH Kab Karawang) seiring dengan pemahaman RTSM terhadap PKH maka untuk pemenuhan kewajiban tersebut mulai membaik terutama dengan adanya sanksi pemotongan bantuan jika tidak mematuhi persyaratan PKH. Menurut (Iyah,pendamping PKH), program ini cukup baik dibanding dengan program lain karena pada program ini mendorong kesadaran RTSM untuk memeriksakan kesehatan dan menyekolahkan anak. Dari keterpaksaan, muncul kebiasaan dari kebiasaan muncul kesadaran.

Iklan

SEBARAN MASYARAKAT MISKIN DAN PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) BAGI RUMAH TANGGA SASARAN DI KECAMATAN PANCORAN MAS KOTA DEPOK JAWA BARAT


Abstract

Bantuan Langsung Tunai (BLT: Unconditional cash transfer) One of the poverty reduction program with controversial. Controversial because this program provides assistance in the form of cash which raised the commen sense that these programs make people lazy and this Program is carried out not on target. This study aims to map the distribution of the poor based on the BLT recipients database and processed using GIS software ArchView version 3.3.  Besides,  this study also identified the BLT program benefits to households in targeted (rumah tangga sasaran) in Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok.  This descriptive research with quantitative approach.

Results showed Kelurahan Pancoran Mas is a slum area with indicator is a urban village with the most program recipients BLT program and with very poor category have the most in this urban village. When viewed from the benefit program for households, BLT program benefits to meet basic needs for poorest but the poor and near-poor category of the BLT program is a right as a citizen to obtain compensation for fuel price hike. Therefore, the poverty reduction policy should refer to the categorization of poverty: poorest, poor and near poor. For the poorest category, the social assistance programs such as the BLT program is necessary but for the poor and near-poor category of the most appropriate program is a program of community empowerment.

Keywords: Social Policy, Poverty Mapping, Unconditional Cash Transfer

untuk download silahkan klik disini